Rekam Medik di Indonesia dahulu dan sekarang

10 08 2009

Pernah membayangkan bagaimana ruwet-nya suasana di gudang rekam medik sebuah rumah sakit ? Foto di samping mungkin lucu, tapi itu fakta, sayangnya bukan merupakan kondisi di Indonesia. Apa yang terjadi kalau diri kita adalah seorang petugas rekam medik, dan berada di ruang kerja dengan setumpuk rekam medis usang dan tidak beraturan ? Pastinya pertama kali semangat kerja akan menurun, akhirnya kemudian ketelitian berkurang, dan akibat yang paling berbahaya adalah kesalahan dalam mengolah data dari rekam medis yang ada.

Kalau di Indonesia bagaimana ya? Nah, saya menemukan foto karya Pak Abdullah Anshari tentang kondisi rekam medis di RSUD Pamekasan. Lebih tertata rapi ya? Tetapi, bisa dibayangkan apabila setiap bulan saja ada sekitar 6500 pasien rawat inap, baru pasien rawat inap! Itu artinya jumlah pasien rawat jalannya pasti jauh lebih besar. Sayangnya di foto itu tidak disebutkan apakah rumah sakit tersebut sudah menggunakan rekam medik elektronik atau belum. Kalau belum, wah saya tidak bisa membayangkan betapa –sekali lagi betapa– petugas itu akan membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengelola data itu semua, ditambah lagi masalah klasik yaitu jumlah petugas yang kurang memadai. Belum termasuk dengan tingkat kesalahan (margin error) yang terjadi pada saat pelaporan yang salah satu sumber primernya adalah kertas-kertas rekam medis tersebut.

Idealnya bagaimana sih? Kalau dilhat dari gambar di sebelah ini, bisa dilihat ada kode-kode tertentu. Lihat saja ada warna-warni yang berbeda. Kemudian ada pembatas yang berwarna warni juga. Hal ini berarti, ada ilmu khusus yang harus dipelajari dan digunakan untuk mengatur rekam medis tersebut.  Sampai dengan hari ini, setahu saya, banyak perguruan tinggi negeri dan swasta yang membuka program studi khusus untuk pengelolaan rekam medik. Jadi, sebenarnya di Indonesia beberapa tahun terakhir pengelolaan rekam medik sudah semakin baik. Perkembangan menggembirakan ini akan menjamin komunikasi yang baik antar dokter-dokter, antar dokter-perawat, maupun dengan pasien. Bahkan pada beberapa kasus tertentu, dokumen rekam medik ini dapat digunakan sebagai alat bukti apabila terdapat perselisihan antara pasien dengan pihak penyelenggara pelayanan kesehatan.

Hebatnya lagi ternyata di negara-negara maju penggunaan rekam medik ini sudah benar-benar paperless alias tidak menggunakan kertas. Contohnya saja dokter pada gambar di sebelah ini sudah menggunakan Tablet PC untuk melakukan visitasi ke setiap pasiennya. Penggunaan sistem ini jelas akan mendukung efisiensi dan akurasi setiap perawatan pasien. Kita tau sendiri budaya dokter di Indonesia, masih banyak dokter yang saat visitasi hanya melihat dan memeriksa saja tanpa mencatat, baru kemudian setelah kembali dari visitasi seluruh hasil observasinya dicatat ke dokumen rekam medis pasien yang diobservasi. Tetapi, apabila pasiennya lebih dari 10 orang, apakah dokter tersebut masih mampu mengingat secara detail? Dokter juga manusia kan?

Ah, saya jadi berandai-andai, walaupun penggunaan rekam medis konvensional masih menjadi alat bukti utama apabila terjadi perselisihan antara pasien dan penyelenggara pelayanan kesehatan, namun saya berharap mudah-mudahan tahun depan banyak rumah sakit di Indonesia yang mulai menggunakan teknologi ini agar pelayanan semakin akurat, efektif, dan efisien. Amin.


Actions

Information

3 responses

10 08 2009
Yuddi

Buat yang berminat mengupdate informasi terbaru terkait perkembangan informatika kedokteran salah satunya sistem rekam medis bisa mengikuti blognya Mas Anis Fuad berikut :
http://anisfuad.blog.ugm.ac.id

4 12 2009
asep0ustom

good…

11 12 2009
Yuddi

terima kasih pak asep

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s