Teror lain menggunakan Tamiflu, Waspadalah.

30 07 2009

Mari saya ajak merenung sejenak….

Kalau kita boleh berandai-andai, lebih berbahaya manakah Virus H1N1 dibanding bom low explosif yang meledak di Mega Kuningan beberapa hari yang lalu? Tentunya ada yang menjawab Virus H1N1, dan adapula yang akan ngotot bilang lebih berbahaya bom itu.

Baiklah, mari kita sedikit berhitung. Dari TEMPO disebutkan sampai tanggal 15 Juli 2009 Departemen Kesehatan RI telah merilis ada 142 kasus dan entah sampai hari ini berapa. Sementara menurut ANTARA jumlah korban teror bom di Mega Kuningan tanggal 18 Juli 2009 kemarin itu sejumlah 53 orang.  Sengaja tidak saya rinci berapa pasien yang sembuh atau meninggal baik dari korban Flu Babi maupun Teror Bom tersebut.

Dapat dibayangkan kepanikan orang-orang di sekitar kejadian bom tersebut, sampai banyak kegiatan tertunda, dihentikan selama beberapa hari. Apalagi setelah statement yang terhormat Bapak Presiden yang dengan sukses membuat sebagian masyarakat semakin panik. Tidak kurang juga kepanikan penduduk yang dengan aktifitasnya harus bepergian dari satu daerah ke daerah lain sampai dari satu negara ke negara lain. Saya perhatikan sendiri hampir di setiap bandara udara ada sebagian penumpang yang menggunakan masker mulai dari tiba di bandara sampai entah dimana baru dilepas karena bahkan di dalam kabin pun mereka enggan melepasnya.

Okey, mungkin saya tidak cukup pandai menggambarkan kepanikan yang terjadi. Tetapi, lupakah kita bahwa bom meledak itu bisa terjadi di negara manapun ? Dan, walaupun agak sedikit bertentangan tetapi banyak tulisan, artikel dan bacaan yang menyatakan bahwa Flu Babi (Swine Flu) itu tidak jauh lebih berbahaya dibanding Flu (Influenza) biasa, apalagi bila dibandingkan dengan Flu Burung (Avian Influenza).

Kenapa ya, bangsa kita ini mudah panik. Tiba-tiba saja membatalkan semua kegiatan akibat takut terkena ledakan bom di tempat ramai. Mendadak pula memasuki bangunan perkantoran dan pertokoan semua isi tas diperiksa dengan detektor logam dan diminta membuka serta menunjukkan apa isi tas masing-masing. Menurut seorang teman, tiba-tiba saja penjualan masker meningkat pesat sejak dinyatakan Flu Babi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Indonesia.  Dan pastinya, monopoli penjualan oseltamivir atau yang dikenal dengan merk dagang Tamiflu entah oleh siapa itu akan membuat kantung penjual apalagi produsennya menjadi lebih tebal beberapa kali.  Teror lain berwujud alasan ingin sembuh dengan Tamiflu kah? Wallahualam. Yang saya tahu, setiap regang nyawa ini sudah menjadi takdir Sang Maha Esa.


Actions

Information

One response

4 08 2009
deasi

hmm…. mendadak juga pada takut ke Bali karena takut kena flu binatang pink lucu itu, padahal yg meninggal gara-gara virus H1N1 itu adanya di pulau Jawa sana yah heheh….

*heran*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s