Dokter tidak harus kaya!

2 12 2008

Stigma dokter atau dokter gigi (selanjutnya akan saya sebut dengan diwakili istilah “dokter”) adalah calon orang kaya benar-benar sudah tidak kekinian (bhs indonesia dari up to date) lagi dan harus dibenahi. Ketika setiap orang tua memaksa (tidak menganjurkan) anaknya untuk masuk ke fakultas kedokteran/kedokteran gigi seyogyanya untuk berfikir bahwa itu bukan jalan untuk menjadikan anaknya orang kaya. Toh, nyatanya banyak juga kok dokter yang tidak kaya, bahkan beberapa hidup sangat sederhana.

Pada masa kini, ketika semua jasa pelayanan berfokus pada kepuasan pelanggan, maka sudah dicanangkan pula di dalam pelayanan kesehatan konsep-konsep patient focused, patient safety, sampai dengan good clinical governance -yang mirip-mirip dengan good governance– seperti yang sedang diupayakan pemerintah pada setiap instansi dibawahnya. Walah, kok beloknya ke sini, tenang saja.. ada hubungannya kok …

Begini.. ketika dunia kesehatan menerapkan konsep-konsep di atas, maka pelayanan kesehatan sudah tidak terbatas pada tindakan yang diberikan dan uang jasa yang diterima. Tetapi, lebih holistik, memperhatikan konsep tata ruang, keamanan-kenyaman pasen, hingga sistem kerja berupa standar operating procedures yang baku, sampai kontrol mutu pelayanan yang berkesinambungan. Otomatis, ketika dokter hanya berorientasi kepada uang agar dia bisa kaya, tanpa mengikuti sistem yang berubah dan berkembang ini, dokter yang bersangkutan lambat laun akan tersingkir.

Memang, ketika pelayanan yang diberikan memuaskan pelanggan (pasien), maka pasien akan kembali, secara tidak langsung membantu menjadi marketing (gratisan) buat dokter/klinik/rumah sakit. Tetapi itu lebih karena manajemen pelayanan yang baik di institusi tersebut. Pada akhirnya, kunjungan ulang dan tambahan kunjungan baru, akan meningkatkan income institusi yang otomatis menambah pendapatan dokter yang bersangkutan. Hanya saja, pola pkir bahwa jadi dokter itu akan jadi kaya… salah besar!


Actions

Information

9 responses

2 12 2008
nesto

asal ngga jadi dokter “sadikin” aja deh. (sadikin: sakit sedikit langsung miskin). karena sang dokter sedang sakit, dokter ga bisa praktek, ga ada income, tidak jadi kaya (boro2)😉

2 12 2008
Yuddi

@nesto
Ha ha ha… itulah gunanya jaminan kesehatan.. monggo bisa baca tentang asuransi kesehatan.. hi hi hi …
Gak semuanya harus cash and carry kan😀

6 12 2008
universitashidup

Wah kalo dokter gigi nyang khusus “mberangusi” untu pake kawat itu yo mesti kaya to. He he

8 12 2008
Yuddi

@universitashidup
hehehe… bukan mesti kaya mas.. tapi bisa kaya..
beda loh itu🙂

13 12 2008
Deasi

wah kalo gitu saya ‘ndak jadi cari suami dokter ;p

18 12 2008
nesto

mas yuddi, boleh request artikel mengenai manajemen klinik pribadi yang baik. Terus terang di kampus cuma icip2 ilmunya saja. Supaya masyarakat mendapat pelayanan kesehatan yang lebih baik. Amin.

18 12 2008
Yuddi

@mas nesto
wah saya blum punya stok artikelnya…
gimana kalo mas nesto nulis sendiri😀 saya sendiri terus terang jarang baca artikel begituan😀

30 12 2008
maureen80

drg kaya…?? kekeke…. tergantung lokasi kalee… ya emang dimana2 pasti ada istilah: tidak semua.

aku pikir wajar aja… lagu aja ada yg judulnya: tidak semua laki-laki… wk wk wk…

30 12 2008
Yuddi

@maureen80
bener banget, tidak semua… seperti yang sudah saya bilang di atas .. menjawab komen dari universitashidup bahwa dokter BISA kaya tetapi tidak HARUS kaya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s