Malpraktik medis, kesenjangan makna antara dokter dan pasien.

22 07 2008

Sudah banyak yang mencoba memberikan berbagai ulasan tentang malpraktik kedokteran agar masyarakat makin paham (atau malah makin bingung ?). Tidak kurang mulai dari ahli hukum sampai guru besar ilmu kedokteran mengkhususkan diri untuk belajar mengenai hal ini dengan tujuan yang sama yaitu membela kepentingan masyarakat dengan tidak mendeskreditkan profesi kedokteran itu sendiri. Namun banyaknya kejadian laporan malpraktik yang sampai ke pengadilan dan akhirnya membatalkan gugatan pasien menjadi salah satu indikasi banyak pihak yang masih belum benar-benar mengerti apa itu malpraktik bahkan ahli hukum sekalipun. Cukup memprihatinkan mengingat sepertinya -menurut saya- banyak pihak yang terlalu memaksakan sehingga asal ada kejadian yang tidak sesuai dengan keinginan pasien, lalu dianggap malpraktik, dan selanjutnya dengan bantuan orang yang -katanya- ahli hukum memperkarakan dan membawa ke meja pengadilan.

Berikut adalah beberapa definisi yang mungkin bisa membantu untuk membedakan perihal malraktik ini.

Malpraktik adalah seorang petugas medis (dalam hal ini dokter) yang sejak awal sudah mempunyai niat yaitu dengan sengaja melakukan tindakan yang sebenarnya tidak perlu atau tidak boleh dilakukan.

Ada pula istilah lain yang lebih institusional yaitu malpraktik medik.

Malpraktik medik adalah kelalaian dokter dalam mempergunakan keterampilan dan ilmu yang lazim dipergunakan dalam mengobati pasien

Perbedaan kedua istilah di atas sangat jelas. Kelalaian yang dimaksud dalam definisi ke-2 dapat diartikan sebagai melakukan tindakan kedokteran di bawah standar pelayanan medik. Jadi, apabila seorang dokter melakukan sebuan tindakan medik berdasarkan standar yang ada tetapi ternyata pasien tidak sembuh atau bahkan meninggal, apakah dokter tersebut dikatakan lalai? Kemudian apabila dokter yang bersangkutan tidak masuk dalam kategori lalai, apakah dokter tersebut dapat dikategorikan melakukan malpraktik?

Kelemahan sistem hukum kesehatan di indonesia menurut Ketua Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia, dr Marius Widjajarta, SE., yang disampaian disini adalah bahwa Indonesia belum memiliki standar pelayanan medik dan standar profesi kedokteran. Menurut beliau, yang dianggap sebagai standar profesi oleh IDI (Ikatan Dokter Indonesia), adalah standar 100 penyakit. Keadaan ini membuat kesulitan tersendiri untuk membedakan mana yang malpraktik, mana yang kelalaian, bahkan mana yang masuk dalam kategori kecelakaan. Apalagi diketahui bahwa masing-masing rumah sakit mengembangkan standar pelayanan yang berbeda-beda meski tetap mengacu kepada standar yang diakui di Indonesia.

Permasalahan lain yang ada juga adalah kesediaan dokter yang dijadikan saksi ahli dalam suatu kasus dugaan malpraktik karena diantara dokter itu sendiri terdapat perlindungan korps dan saling berusaha untuk tidak membeberkan kesalahan dokter lainnya. Namun, tidak berarti upaya-upaya hukum untuk menuntut hak pasien berkaitan dengan kasus malpraktik selamanya akan gagal. Pasien dengan bekal amunisi yang kuat dan apabila dokter benar-benar melakukan malpraktik, pasti hak pasien akan diterima kembali. Oleh karena itu, pasien yang merasa memiliki keluhan atas pelayanan yang diterimanya di institusi kesehatan, sebaiknya benar-benar mengumpulkan segenap informasi sebanyak mungkin agar upaya menuntut keadilan atas haknya tidak lalu berubah menjadi sesuatu yang hanya buang-buang waktu, tenaga, dan materi.


Actions

Information

12 responses

17 09 2008
faizal

speechless..nice blog!!!

26 09 2008
Yuddi

mudah2an drg faizal tidak tersandung malpraktik dan lali yah dok..

salam,
Yuddi

30 11 2008
nesto

menyimpulkan dari cerita temen2 dokter/doktergigi yg ngambil M.Hum, selama ini ternyata mereka hanya diajarkan ttg “mengobati gejala”.

btw ada file powerpoint mengenai etika dan malpraktik di http://efgede.wordpress.com/

nice blog anyway😉

30 11 2008
Yuddi

@drg Nesto
makasih info nya ..🙂 kapan2 saya download dan mudah2an bisa di ambil kesimpulan untuk kita diskusikan disini.. tentunya dengan seijin pemilik artikel …

salam,
Yuddi

19 02 2009
annisa

mau tanya,,,
apa bedanya malpraktek dan faulty dentistry??

dan apa pasal, ayat perdata maupun pidana untuk dokter gigi yg melakukan faulthy dentistry??

19 02 2009
Chandra Wulan

Makasih banyak yaaaa……

20 02 2009
Yuddi

@annisa
Saya agak gamang menjelaskan faulty dentistry karena terus terang saya kurang begitu mendalami (lain kali kalau saya sudah cukup membaca akan saya coba jawab). Namun secara umum menurut saya kategori faulty in dentistry ini harus di perjelas lagi sehingga nantinya tidak akan terjadi banyak dokter gigi tidak melakukan sebuah perawatan akibat takut terkena akibat faulty dentistry. Bukankah sebuah kegagalan perawatan bisa saja terjadi? walaupun operator sudah melakukan perawatan berdasarkan prosedur standar-nya?
Secara umum menurut saya kalau dokter/dokter gigi itu melakukan perawatan/tindakan berdasarkan prosedur standar ybs tidak bisa dianggap melakukan malpraktik.

@chandra wulan
sama samaaa………………

8 03 2009
lukman

intisari yg saya tangkap dari hal malpraktek medis diatas adalah singkatnya : meliputi salah satu tindakan sengaja tenaga medis (dokter/perawat di RS/Yayasan/Tempat Praktek lain) atau tindakan
tak sengaja tenaga medis atau adanya kelalaian
dari tenaga medis sehingga mengakibatkan
mengakibatkan penyebab langsung dari
cedera pada pasien. Bukankah ini sudah sesuai
dgn definisinya di”World Medical Association,
1992″ ? dan apakah Indonesia termasuk
anggota dari WMA, 1992 diatas ? Mohon
alamat e-mail dr Marius Widjajarta SE dan
ahli lainnya dibidang malpraktek. Salam dari
mstrzozo@yahoo.co.id

19 03 2009
Yuddi

@Pak Lukman
diskusinya japri saja yah, mudah2an membantu.

23 11 2009
fina

lho,.sebenarx perbedaan antra malpraktik dan kelalaian tu apa???
trs apakah seorang dokter bisa trhindar dr tuntutan malpraktek??

23 11 2009
Yuddi

@fina
perbedaannya sudah cukup dijelaskan di atas.

tentunya seorang dokter bisa terhindar apabila bertindak sesuai dengan standar yang sudah ditentukan.

3 01 2011
2010 in review « Sehat Untuk Semua

[…] Malpraktik medis, kesenjangan makna antara dokter dan pasien. July 2008 11 comments […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s